⚽ Penggunaan Bahan Yang Memanfaatkan Sifat Kimia Adalah

RumusKimia Urea. Rumus Kimia Urea – Urea termasuk dalam senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen dalam bentuk CON2H4 atau (NH2) 2CO. Urea dikenal sebagai karbamid yang biasa digunakan di Eropa. Nama lain yang umum digunakan adalah resin karbida, isourea, karbonil diamida dan karbonil diamina. BrawijayaMalang. Bahan yang digunakan antara lain sampel tanah komposit untuk analisa sifat kimia tanah dan tekstur tanah. Bahan yang diperlukan untuk analisa di laboratorium adalah H 3 PO 4 85%, K 2 Cr 2 O 7, H2SO4 pekat, FeSO 4.7H 2 O, NH 4 OA c pH 7, NH 4 Cl 1N, Aquadest, H 2 SO 4 dan difenilamina. Penelitian ini menggunakan metode survei KegunaanPolipropilena dalam Kehidupan Sehari-hari. Polipropilena diproduksi sejak tahun 1958 dengan mengunakan katalis Ziegler. Polimer khas ruang streo spesifik ini khususnya disintesis isotaktik sehingga kekristalannya tinggi. Karena keteraturan ruang polimer ini maka rantai dapat terjejal sehingga menghasilkan plastik yang kuat dan tahan panas. Meskipundemikian, ada pula yang bahan-bahan yang memiliki kesamaan sifat. Berikut ini beberapa sifat bahan dan pemanfaatannya. 1. Logam Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan panas, mengkilap dan umumnya mempunyal titik cair tinggi. UnsurTitanium – sifat, kegunaan, karakteristik, kelimpahan. Titanium adalah logam ringan, terletak di tabel periodik dalam golongan 4 antara unsur Skandium dan Vanadium. Nomor atomnya adalah 22, massa atomnya adalah 47,88 dan dilambangkan dengan simbol Ti. Titanium merupakan unsur yang melimpah di litosfer dan biasanya ditemukan menempel terpisahdari bahan yang bukan humat maka dilakukan sentrifuse lagi dengan kecepatan 3.000 rpm selama 10 menit. Kemudian hasil supernatant ini adalah bahan humat yang akan dipakai untuk perlakuan pada contoh tanah. Aplikasi bahan humat dicampur merata (homogen) dengan tanah untuk masing-masing perlakuan. Polibeg ditempatkan di Kimiaanalitik – Adalah bidang ilmu kimia yang mempelajari tentang sifat-sifat materi, bersama dengan komposisi zat dan bahan yang berbeda. Cabang kimia ini menggunakan metode kuantitatif untuk identifikasi sifat kimia dan fisik materi. Biokimia – Adalah cabang kimia yang berkaitan dengan studi tentang proses kimia yang terjadi dalam KunciJawabannya adalah: B. Pagar besi dicat agar tidak mudah berkarat sehingga awet. Dilansir dari Ensiklopedia, Penggunaan bahan yang memanfaatkan sifat kimia adalahpenggunaan bahan yang memanfaatkan sifat kimia adalah Pagar besi dicat agar tidak mudah berkarat sehingga awet. Penjelasan Padaumumnya, sifat kimia didasarkan pada kebutuhan dimana bahan tersebut akan digunakan sehingga hanya dicantumkan sifat yang diperlukan saja. Dengan mengetahui sifat kimia, maka kita dapat mengetahui perilaku dan karakteristik suatu zat sehingga kita bisa memprediksi gejala apa yang akan terjadi ketika kita memperlakukan zat tersebut. . Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Keberadaannya sangat dekat mulai dari makanan yang dikonsumsi, dan bahan-bahan lainnya yang digunakan pada sehari-hari. Stigma yang hadir pada masyarakat kita menganggap bahwa bahan kimia itu berbahaya atau berdampak buruk bagi kita. Walaupun sebenarnya tidak semua bahan kimia bersifat seperti itu. Setiap bahan dalam penerapan kimia memiliki karakteristik khusus dan manfaat yang berbeda-beda, maka penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan memerhatikan keselamatan. Bahan kimia biasanya digunakan pada laboratorium dengan mereaksikan bahan-bahan tertentu melalui pencampuran dan proses lainnya. Hal ini menandakan bahwa dalam proses yang berkaitan dengan bahan kimia terdapat SOP tersendiri dan harus mengikuti tata aturan agar tetap aman. Bahan kimia adalah sebagai zat murni atau berupa campuran yang terdiri dari berbagai macam elemen kimiawi. Misalnya pada air yang termasuk ke dalam bahan kimia murni bersifat homogen karena hanya tersusun dari molekul H2O. Air adalah bahan yang dibutuhkan dan sering digunakan dalam kehidupan kita, maka dari fakta ini dapat diketahui bahwa bahan-bahan kimia lekat dalam keseharian manusia. Sifat Bahan Kimia Sifat bahan kimia dari golongan bahan berbahaya dan beracun. Antara lain; Korosif Sifat pertama dari bahankimia yaitu korosif, sifat ini mampu bereaksi dan menyebabkan kerusakan pada benda-benda. Bahan kimia yang bersifat korosif juga terknal dapat merusak ikatan logam. Cukup banyak bahan kimia yang memiliki sifat ini diantaranya asam klorida, asam sitrat, asam sulfat, asam nitrat, amonium hidroksida, kalium hidroksida, fenol, belerang dioksida, dan klor. Sifat korosif dapat merusak karena menyebabkan pengaratan atau pengikisan pada benda. Mudah Terbakar Flammable A adalah sebutan bagi simbul bahan kimia yang bersifat mudah terbakar. Bahan ini bersifat mudah bereaksi dengan oksigen, akibatnya yaitu mudah untuk terbakar. Reaksi kebakaran yang terjadi pada benda juga berisiko menimbulkan ledakan. Beberapa bahan cair memiliki ciri berupa titik nyala yang berkisar antara 21 hingga 55 celcius berarti mudah terbakar. Sementara bahan dengan titik nyala 20 hingga 21 celcius bersifat sangat mudah terbakar. Bahan berbentuk gas juga mudah terbakar pada titik didih kurang dari 200 C dengan tekanan 1 atm. Bahan-bahan kimia yang memiliki sifat mudah terbakar yaitu asetilen, eter, alkohol, benzena, aseton, al alkil fosfor, hidrida, fosfor putih, dan logam natrium. Mudah Meledak Sifat bahan kimia selanjutnya yaitu mudah meledak atau explosive, biasanya terdiri dari sebuah zat yang memiliki fase padat atau cair, atau campuran antara keduanya. Definisi reaksi kimia antara campuran keduanya atau bahan dengan salah satu zat saja dapat menghasilkan gas dengan jumlah dan tekanan yang besar. Hal ini menyebabkan suhu yang tinggi dan dapat merusak sekeliling ledakan. Bahan kimia yang memiliki sifat mudah meledak sangat peka terhadap panas, selain itu juga peka terhadap tumbukan atau gesekan. Contoh bahannya yaitu dinamit, 2,4 dinitrotoluena, dan lain-lain. Beracun Sifat bahan kimia yang berbahaya yaitu beracunbagi tubuh. Beberapa bahan dapat menyebabkan kesehatan manusia terancam hingga menyebabkan kematian. Bahan yang beracun ini dapat bereaksi ketika terserap melalui kulit ataupun tertelan melalui saluran pernapasan. Contoh bahan-bahan kimia yang memiliki sifat beracun jika masuk ke dalam tubuh diantarnya yaitu kalium sianida, hidrogen sulfida, merkuri klorida, arsen triklorida, dan metanol. Berbahaya Sifat lain dari bahan kimia yaitu harmfull atau berbahaya, bahan ini dapat berupa cairan, padatan atau gas. Jenis apapun jika kontak langsung dengan alat pernapasan atau mulut dapat mengakibatkan penyakit karena membahayakan tubuh. Beberapa contoh bahan kimia yang berbahaya antara lain yaitu glikol, etilen, dikrolometan, dan piridyn. Oksidator Bahan-bahan kimia oksidator memiliki sifat yang berkebalikan dengan bahan kimia flammable A. Artinya bahan ini tidak mudah terbakar, walaupun demikian bahan kimia oksidator dapat menghasilkan sifat oksigen. Bahan oksidator hanya memiliki kemungkinan kecil saja untuk terbakar. Berikut ini adalah contoh dari bahan kimia yang bersifat oksidator antara lain kalium klorat, asam nitrat, hidrogen peroksida, dan amonoium nitrat. Gas Bertekanan Bahan dengan fase gas yang bertekanan dikenal juga sebagai compressed gases. Gas bertekanan ini bisa berupa gas cair atau bahan gas yang dilarutkan pada sebuah pelarut, gas inilah yang berada tepat dibawah tekanannya sendiri. Salah satu gas yang bertekanan yaitu gas pada jalur perpipaan. Berbahaya untuk Lingkungan Diantara banyaknya bahan kimia, beberapa bahan memiliki sifat yang berbahaya bagi lingkungan. Dampak dari bahan kimia ini dapat dilihat dengan kematian dari organisme yang hidup pada suatu ekosistem, misalnya di perairan ikan-ikan mati. Selain itu, bahan kimia yang berbahaya bagi llingkungan juga merusak lapisan ozon yang letaknya jauh dari bumi, hal ini disebabkan bahan-bahan ini bersifat persisten di lingkungan. Berbahayanya bahan kimia bagi lingkungan tidak terlepas dari aktivitas manusia. Beberapa contoh dari jenis bahan kimianya yaitu klorofluorokarbon atau CF, PCBs, tributil timah klorida, petroleum benzene, dan tetraklorometan. Karsinogenik Sifat bahan kimia selanjutnya yaitu karsinogenik yang merupakan sebutan bagi bahan yang dapat menyebabkan penyakit cukup parah seperti kanker. Selain kanker, paparan bahan yang bersifat karsinogenik dalam jangka pendek, menengah, atau bahkan panjang dan berulang dapat menyebabkan mutagenik, teratogenik, dan toksisitas padrgan spesifik misalnya saluran pernapasan dan sistem reproduksi. Bahan kimia yang bersifat karsinogenik dapat berasal dari makanan, paparan alat bahan, dan lain-lain. Contoh bahan kimia yang bersifat karsinogenik yaitu asbestos, benzidin, nikel, vinyl klorida, benzena, naftilamin, roaccutane, dan warfarin. Iritasi Sifat bahan kimia yang terakhir adalah iritasi atau menyebabkan iritasi. Bahan ini dapat berupa wujud cair maupun padat. Umumnya organ yang merasakan dampak dari bahan kimia iritasi adalah kulit dan selaput lendir. Bahan kimia ini berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan seperti menyebabkan peradangan. Selain peradangan gejala lain akibat bahan iritan ini dapat berupa gatal-gatal, luka, dan sensitisasi menjadi sangat peka terhadap bahan kimia. Beberapa contoh dari bahan kimia penyebab iritasi biasa ditemukan pada laboratorium seperti zat asam dan basa encer. Selain itu, bahan kimia lain yang bersifat iritasi diantaranya benzyl klorida, isopropilamina, amonia, dan kalsium klorida. Penggolongan Sifat Bahan Kimia Sifat-sifat bahan kimia dikelompokkan menjadi beberapa jenis bahan serta dua indikator lain yaitu; Menurut dua indikator tersebut, sifat-sifat bahan kimia dibagi menjadi dua macam, bahan kimia non B3 yaitu singkatan dari bahan tidak berbahaya dan tidak beracun. Sifat lainnya yaitu B3 yang berarti bahan berbahaya dan beracun. Pembagian tersebut diantaranya; Mudah meledak Mudah terbakar Iritan Karsinogenik Beracun Bertekanan Oksidator Reaktif terhadap asam Reaktif terhadap basa Kesimpulan Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa bahan-bahan kimia tidak dapat dicampur dan digunakan secara asal, karena masing-masing bahan tergolong berdasarka sifat yang berbahaya dan tidak berbahaya. Sementara itu kebanyakan diantaranya bersifat berbahaya dan beracun, maka untuk dapat mengenalnya terdapat simbol-simbol bahan sesuai sifat bahan kimia yang lengkap dengan cara penanganannya. Mempelajari bahan kimia harus diawali dengan mengetahui sifat dan ciri-ciri dari setiap bahannya. Kegunaan dari mempelajarinya bukan hanya menambah wawasan, melainya berguna bagi keamanan dasar bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar sebelum menggunakan bahan kimia. Karena dalam laboratorium bahan kimia harus dianggap sebagai bahan yang berbahaya dan beracun agar selalu hati-hati dalam pemakaiannya. Oleh karena itu pula setiap bahan memerlukan perlakuan khusus. Mengetahui setiap karakteristik dari bahan kimia akan memudahkan kita dalam menggunakan dan mengurangi risiko bahaya akibat salah langkah dalam praktiknya. Sebagai pengetahuan dasar, sifat-sifat bahan kimia seringkali digambarkan dengan simbol yang mudah dimengerti oleh setiap orang. Setiap simbol mampu menjelaskan secara singkat mengenai sifat dasar bahan kimia yang perlu untuk diwaspadai penggunaannya. Misalnya simbol dengan gambar api menyiratkan bahan kimia yang memiliki sifat mudah terbakar. Contoh lainnya yaitu gambar tengkorak sebagai tanda dari sifat bahan yang beracun. Itulah tadi artikel yang bisa kami selesaikan pada segenap pembaca berkenaan dengan sifat-sifat yang ada dalam berbagai jenis bahan kimia dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya. Perhatikan data tentang penggunaan bahan berikut!1. Gas elpiji sebagai bahan bakar bersifat mudah Tembaga digunakan sebagai kabel listrik karena memiliki daya hantar listrik yang Helium digunakan sebagai bahan pengisi balon udara karena memiliki massa yang Aluminium sebagai bahan pembuatan alat memasak karena tidak mudah bahan di atas yang memanfaatkan sifat kimia ditunjukkan oleh nomor .... A. 1 dan 2 B. 1 dan 4 C. 2 dan 3 D. 3 dan 4PembahasanSifat kimia adalah sifat materi yang dapat diamati setelah materi tersebut berinteraksi dengan zat lain sehingga terbentuk zat baru. sifat kimia antara lain adalah kestabilan mudah tidaknya zattersebut berubah,mudah tidaknya zat terbakardaya ionisasiberkarat,beracun,membusuk, dan B-Jangan lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat Tak dapat dipungkiri bahwa arti bahan kimia menjadi sesuatu yang tidak dapat terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa memakai pakaian yang bagus sebagai bagian dari proses industri, menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi, meminum obat sebagai kessahatan, dan lain sebagainya itu karena adanya bahan kimia yang digunakan. Bahan kimia tidak melulu merupakan bahan yang berbahaya dan bersifat toksik, melainkan sangat banyak bahan kimia yang sifatnya ringan dan justru bermanfaat bagi manusia. Bahkan mungkin kita tidak menyadari bahwa sesuatu yang kita gunakan setiap hari itu merupakan sebuah penerapan bahan kimia. Bahan kimia merupakan suatu zat yang tersusun oleh unsur kimia baik itu secara murni ataupun dalam bentuk campuran dengan unsur kimia yang lain. Sangat banyak jenis bahan kimia yang terdapat di dunia ini baik dari bahan kimia yang ringan hingga bahan kimia yang sangat berbahaya. Tentunya perlakuan untuk bahan kimia ringan tidak dapat disamakan dengan contoh bahan kimia berbahaya. Namun pada umumnya bahan kimia berbahaya kebanyakan hanya digunakan dalam skala laboratorium yang telah memiliki standarisasi dan tidak digunakan oleh masyarakat secara umum. Manfaat Bahan Kimia Dengan banyaknya jenis bahan kimia yang ada di dunia, hal itu telah banyak dikembangkan oleh para peneliti untuk memanfaatkan bahan kimia yang ada sebagai penunjang kehidupan manusia. Berikut ini adalah contoh manfaat bahan kimia dalam berbagai bidang kehidupan. Bahan Kimia dalam Produk Pembersih Setiap hari kita pasti selalu menggunakan produk berbagai jenis bahan pembersih seperti saat kita mandi menggunakan sabun, shampo, dan pasta gigi. Selain itu kita juga biasa menggunakan detergen dan pembersih lantai. Semua produk tersebut dibuat dari bahan kimia tertentu dimana untuk produk pembersih pada umumnya digunakan bahan kimia jenis surfaktan. Bahan kimia surfaktan memiliki sifat mengikat partikel pengotor dan mampu membuang partikel pengotor tersebut dengan bantuan air. Contoh sederhana adalah detergen yang tersusun oleh surfaktan dimana surfaktan itu memiliki dua sisi aktif yang mampu mengikat kotoran dan sisi lain yang mampu mengikat air. Ketika air dan kotoran tersebut berikatan dengan surfaktan maka hal ini memungkinkan kotoran untuk terbawa bersama air. Bahan Kimia dalam Pakaian Baju yang kita gunakan sehari hari tak dapat dipungkiri merupakan hasil dari suatu reaksi kimia. Dari segi bahan yang digunakan pada umumnya baju memiliki bahan dasar polimer seperti polyester dimana bahan tersebut dapat disintesis secara laboratorium. Selain dari bahan yang digunakan, pewarna yang digunakan untuk mewarnai kain juga pada umumnya merupakan suatu bahan kimia. Saat ini telah banyak dikembangkan juga baju dengan sifat antibakteri. Tentunya sifat antibakteri tersebut didapat dari suatu bahan kimia yang ditambahkan ke dalam formulasi kain tersebut sehingga mampu mengurangi pertumbuhan bakteri dalam pakaian tersebut. Bahan Kimia dalam Pewangi Pewangi atau parfum menjadi hal penting untuk menunjang penampilan kita. Dalam pembuatan minyak wangi ataupun parfum, bahan kimia aromatik umumnya digunakan sebagai penyusun utamanya. Pada umumnya, bahan kimia yang digunakan sebagai pewangi memiliki titik didih rendah sehingga bahan tersebut akan mudah menguap ketika digunakan dan dapat tercium oleh indra penciuman manusia dengan mudah. Bahan pewangi dapat berupa bahan sintetik maupun bahan kimia alami. Bahan sintetik merupakan bahan yang dibuat secara sintetis di laboratorium sedangkan bahan alami pada umumnya diekstraksi dari tumbuhan baik itu daun, batang, buah, ataupun bunganya dimana pada bagian tumbuhan tersebut mengandung suatu minyak yang memiliki aroma tertentu. Bahan Kimia dalam Pertanian Pertanian menjadi salah satu bidang lain yang juga tidak terlepas dari penggunaan bahan kimia. Seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan pupuk dan insektisida merupakan contoh dari penggunaan bahan kimia dalam pertanian. Bahan kimia dalam agrikultur dapat berupa bahan kimia natural seperti urea ataupun bahan kimia sintetik seperti DDT. Bahan kimia tersebut pada umumnya digunakan dalam penyusun pupuk, pestisida, pakan ternak, dan lain sebagainya. Untuk mengoptimalkan kesehatan dan pertumbuhan tanaman, pemberian nutrisi yang diperlukan oleh tanaman tersebut menjadi hal yang sangat penting. Nutrisi tersebut disebut dengan makronutrien ataupun mikronutrien. Nitrogen, fosfor, dan potasium dikategorikan sebagai makronutrien sedangkan boron, kalsium, klorin, koper, besi, magnesium, dan mangan dikategorikan sebagai mikronutrien yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahan Kimia dalam Industri Cat Cat merupakan salah satu komponen utama dalam pembuatan bangunan dimana cat ini dapat memiliki beragam fungsi seperti fungsi artistik untuk mempercantik bangunan ataupun fungsi lain seperti mencegah terjadinya kebocoran dan melindungi bagian dalam bangunan. Berbagai fungsi dari cat tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan bahan kimia tertentu. Bahan utama dari cat yakni pigmen atau zat warna yang mampu menghasilkan warna yang kita inginkan, agen pengikat yang mampu merekatkan bahan cat dengan material yang akan diwarnai, pelarut untuk melarutkan dan mencampurkan semua bahan, serta bahan aditif tertentu untuk memunculkan fungsi tertentu. Semua bahan tersebut diperoleh dari bahan kimia tertentu. Bahan Kimia dalam Industri Makanan dan Minuman Bahan kimai juga memiliki peranan dalam makanan dan minuman yang kita minum. Jika bahan tersebut akan masuk ke dalam tubuh kita tentunya bahan yang digunakan bukanlah bahan kimia berbahaya. Selain itu, pada umumnya kemasan makanan dan minuman juga terbentuk oleh bahan kimia seperti polimer. Polietilena menjadi salah satu jenis polimer yang umum digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman meskipun saat ini penggunaan bahan ini dibatasi karena menimbulkan pencemaran lingkungan. Bahan Kimia dalam Energi Bahan kimia juga telah merambah dalam bidang energi dimana saat ini telah banyak penlitian mengenai energi alternatif dari bahan kimia tertentu. Jika kita saat ini sedang menggunakan gadget tentunya gadget tersebut memiliki sumber energi yakni baterai. Baterai yang umum digunakan pada gadget adalah baterai lithium dimana pembuatan baterai ini juga menggunakan bahan kimia. Selain itu saat ini juga telah banyak dikembangkan energi alternatif seperti menggunakan sel surya. Bahan kimia dioptimalkan untuk pembuatan sel surya seperti contohnya adalah zat warna yang mampu dijadikan bahan pembuatan sel surya. Hal itu karena zat warna memiliki kemampuan dan sensitivitas terhadap cahaya matahari. Zat warna tersebut tentunya akan dikombinasikan dengan bahan kimia lain seperti titanium dioksida yang akan menunjang proses konversi energi matahari menjadi energi listrik. Bahan Kimia dalam Obat Pastinya kita telah mengetahui jika obat yang digunakan dalam bidang medis tersusun dari bahan kimia. Obat pada umumnya tersusun dari senyawa obat yang menjadi bagian utama dari fungsi obat tersebut serta didukung oleh suatu bahan lain yang berfungsi sebagai pengantar obat. Sebagai contoh obat yang paling sering digunakan di dunia yaitu senyawa aspirin atau asam asetilsalisilat yang mampu meredakan nyeri dan demam. Senyawa obat dapat berupa senyawa sintetik ataupun senyawa alami yang diekstrak dari suatu tumbuhan tertentu. Sedangkan bagian pengantar obat pada umumnya merupakan bahan yang mampu bertahan dalam kondisi pH tertentu dalam darah sehingga hal itu memungkinkan senyawa obat untuk dapat menuju sel target dengan lebih akurat. Dalam sebuah obat, pada umumnya jumlah bahan pengantar obat itu akan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah senyawa obat itu sendiri. Hal itu karena faktor toksisitas yang dimiliki oleh senyawa obat. Bahan Kimia dalam Industri Semen Selain cat, semen menjadi bahan utama dalam pembuatan sebuah bangunan. Semen merupakan material yang juga terbuat dari campuran beberapa bahan kimia. Dalam pembuatannya, semen disusun dari bahan baku utama yakni batu kapur atau senyawa CaCO3 yang dapat diperoleh di alam, kemudian tanah liat yang mengandung senyawa oksida tertentu, gypsum dengan rumus kimia dan juga juga pasir besi ataupun pasir silikat sebagai bahan campuran. Dalam prosesnya semua bahan tersebut akan diolah dan dilebur menjadi satu kesatuan sehingga dapat berfungsi semestinya. Masih banyak lagi manfaat bahan kimia dalam kehidupan yang lain. Tentunya tidak semua bahan kimia berbahaya dan seperti yang telah kita pelajari di atas bahwa sangat banyak bahan kimia yang justru memberikan manfaat dan mampu mendorong perekonomian karena fungsinya tersebut. Demikian pembahasan tentang manfaat bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat menambah wawasan pembaca dan bermanfaat bagi semuanya. Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah.

penggunaan bahan yang memanfaatkan sifat kimia adalah